Jumat, 18 Maret 2016

Cinta kau datang kembali

“Aaaaaaaahhhhhhhh, mikooooo kamu jjaaaahhhhaaaaattttttt” kataku dengan suara yang amat keras aku terduduk dan langsung pingsan. Ketika ku bangun dengan samar-samar, ku lihat ada seorang cowok yang tepat di sebelahku, aku terkejut aku ingin bangkit tapi rasa pusing di kepala ku tiba-tiba muncul.

“udah kamu jangan bergerak dulu kamu kan baru sadar ” kata seorang cowok yang menolongku.
“k..aa…mu ciapa? Kenapa aku bisa ada di sini?”  kataku bingung
“ aku galang aku lihat kamu pingsan di pantai tadi, terus aku langsung membawamu ke rumah ku” katanya menjelaskan
“Ap…..aa aku pingsan,” kataku mengingat kejadian tadi
Ku lihat jam di pergelangan tanganku pukul 18:00 aduh sudah malam pasti mama akan khawatir mencariku aku harus pulang, aku bangkit dan beranjak dari sofa tersebut
Galang masih menatapku diam sampai akhirnya ketika aku hendak menghampiri pintu dia memanggilku .
“gak mau aku antar” katanya khawatir
“gak, makasih.” Kataku langsung meninggalkannya
“tapi..”katanya melihatku yang sudah menghilang dari pintu
Aku langsung menyetop taxi, kepala ku masih sedikit pusing mungkin karna semalaman aku nangis memikirkan miko kali ya makanya aku ngdrop gini .
Sampai di rumah ku lihat rumah yang masih sepi ku lihat bibi yang sedang menyiapkan makan malam
“bik mamah papah mana yach kok gak kelihatan ” kataku kepada bibi
“eh enon dari mana aja nyonya tadi nanyain non, nyonya lagi keluar sama tuan katanya mau ketemu sama temen kantornya mungkin sebentar lagi pulang” jawab bibi
“oh yaudah bik aku masuk dulu ya, entar kalau mamah nanyak bilang aku lagi istirahat di kamar”
“iyach non, gak mau makan dulu non”
“gak bik aku gak lapar” kata ku meninggalkan bibik
Aku langsung merebah kan badanku ke tempat tidur ku rabah tas ku, koq gk da kemana ya kan tadi ku letak di tas kemana ya apa mungkin terjatuh di pantai ,
 aduh jangan sampai deh tu mah penting banget semua ada di situ aduh , kataku yang masih panik
jangan-jangan terjatuh di rumah tu orang lagi . eehh tunggu kayaknya aku kenal dech sama tu orang tapi dimana ya. oh iya aku ingat, aku pernah bertabrakan dengan dia, trus serli bilang dia juga sering merhatikan aku, tapi tu kan dulu ketika aku belum kenal miko dan
sekarang miko udah gk ada, eh tapi dya juga masih sering melihatku . ah terserah dech yang terpenting handphoneku harus aku temukan .
Keesokan harinya aku mencari sesosok pria itu aku meminta bantuan serli sahabat dekatku.
“ser kamu tau gk seorang pria yang pernah melihat ku setiap kita makan di kantin dulu” kataku berharap
“pria siapa de, setauku banyak sieh pria yg melihati mu, kan kamu cantik sekang aja yang jarang karna penampilanmu yang asal dan  selalu galau dan sedih terus “ kata serli ngejek
“ser jangan ngejek donk aku serius ne” kataku memohon
“iya dech ada sieh dulu yang sering melihat mu sampai sekarang malah, tapi aku sieh gk tau apa alasannya dia selalu melihatmu” jelas serli
“gak penting apa alasannya sekarang aku mau tau sekarang dia dimana, kamu tau gk ser.” Jelas ku
“eh kamu mau ngapain kamu mau marahin dia karna udah berani-beraninya melihat mu gitu, jangan de kasian” kata serli aneh
“apaan sieh kamu ser, stress ya” sambil memegang keningnya
“udah deh sekarang yang terpenting kamu bantu aku menemukannya okehh viks”. Kata ku senyum
Serli hanya mengangguk nurut.
 kami cari di setiap kampus  tapi kami tidak menemukannya. Oya Mungkin aja dia sekarang di pantai kataku mengambil kesimpulan dalam hati . aku langsung berlari menuju mobil
“de kamu mau kemana” kata serli memanggilku
“sebentar aku ada urusan” kataku sambil memasuki mobil
“huh katanya mau mencari si galang, eh taunya malah pergi” kata serli sebal
Sesampai di pantai ku langsung turun, ternyata benar dari ke jauhan aku melihat sesosok pria yang sedang berdiri sambil melemparkan batu krikil , tu dia orangnya kataku hendak berlari
Tapi tiba-tiba langkahku terhenti jantung ku berdebar-debar ku lihat penampilan yang sama persis seperti miko, cool dan rapi, apa jangan-jangan … ahh gk mungkin
Galang menoleh kebelakang
“eh kamu de kan!” katanya terkejut
“i…y..aaa!!”kataku gugup
“ada apa, ada yang bisa ku bantu” katanya tersenyum
“hhhmmmm,” aku terdiam melihat senyumnya
Senyum itu sama persis seperti miko, manis banget
“h..eeeyyyy kenapa kepala kamu masih pusing ya?” katanya sambil melambaikan jari ke wajahku
“hahh, oh kepala iya sieh masih dikit” kataku memegang kepala seperti orang linglung
Dia hanya tersenyum “oh iya kita belum kenalan ne aku galang putra prayoga, kamu siapa” sambil menyodorkan tangan
Aku tersadar “oh ya namaku dea ayu alvanda biasa di panggil de aja ” kataku sambil membalas tangannya
Aku pun langsung tersadar apa maksud tujuanku datang kemari untuk menemuinya.
“oh iya aku mau nanyak ni, kamu melihat handphone ku gak”.
“handphone gak lihat tu emank kamu meletakkannya dimana” katanya balik bertanya
“aku lupa kemarin aku kan pingsan jadi aku gak tau di mana aku taruh tu handphone.” Jelasku
“tapi sepertinya aku gak melihat apa-apa deh,tapi nanti aku cari lagi ya di sofa mungkin aja ada” katanya sambil tersenyum
“oh iyach deh, aku pulang dulu yah.” Kataku hendak pergi
“ehh tunggu gimana aku temenin kamu beli handphone aku juga mau lihat handphone mungkin aja da yang cocok”katanya menyarankan
“emang handphone kamu kemana” kataku heran
“ada sieh tapi aku udah bosan mau cari lagi”alasnya
 Akhirnya kami pun pergi ke sebuah mall setelah mencari handphone, kami pun makan minum dan bercerita tentang pengalaman yang di alaminya , kami pun menjadi lebih akrab sampai keesokan gak da apa-apa, kamu tau kan dulu agar miko bisa mendapatkannku tu susahnya banget serharinya dia setia menjemput dan mengantarku kuliah, dan dia selalu mengisi waktu sepi ku dengan mengajakku membaca buku atau sekedar melampiaskan marah,sedih,kecewa yang aku alami sebelumnya. ternyata dia menyukai pantai sama sepertiku yang suka dengan alam.  
Hari-hari kami lalui bersama aku merasa nyaman berada di dekatnya dia seperti tau apa yang aku alami sebelumnya apa mungkin karna dia sering memerhatikanku dulu sampai sekarang, tapi aku gak mau menanyakan itu kepadanya aku takut masa indah ini akan berakhir. 1 bulan kami lalui bersama, serli merasa ada yang aneh dengan diriku.
“de kamu ada hubungan apa dengan galang kayaknya dekat amat dech” kata serli seprti wartawan
“ihh kamu kepo deh ser, gak da loh cuman temen aja kok” kataku yang pura-pura sibuk membaca buku
“de kamu gak usah bohong deh sama aku, aku tau siapa kamu” kata serli mencoba memfokuskan pandangannya
“gak loh ser, kamu tau kan masalah yang ku alami, mana mungkin secepat ini aku bisa move on” kataku mencoba menutupi  
“yang bener” Tanya serli kurang yakin
Aku hanya tersenyum, dalam hati ku berkata “maaf ser bukan aku mencoba untuk berbohong kekamu, tapi saat ini aku gak mau berfikir macam-macam kalau ini adalah cinta biarlah dia mengalir apa adanya, dan apabila tidak biarlah ini sebuah kenangan yang tuhan berikan untuk menghilangkan hati yang sudah hancur tak tersusun” kata ku sambil menatap serli diam. Setelah selesai kuliah galang mengajakku ke toko buku aku suka banget buku apalagi yang namanya novel, tapi ketika di toko buku dia menyuruhku untuk mendengarkannya bercerita, dia menceritakan sebuah dongeng dengan ekspresi yang lucu aku tertawa hebat di buatnya.
Dia terdiam dan tersenyum melihatku
Aku tiba-tiba menghentikan ketawaku dan berkata “kenapa aku aneh ya kalau ketawa” kataku  merasa ada yang salah
“gak kok gak ada yang aneh, aku senang akhirnya kamu bisa tertawa lepas kembali” katanya kembali tersenyum
“kamu ini, emang kamu tau kapan aku terakhir tertawa?” kataku kembali bertanya
“ketika sebuah masalah yang amat mendalam menimpamu, iya kan !” katanya membuatku terkejut
“hah, emank kamu tau dari mana, kalau aku mempunyai masalah” kataku penasaran
“gak kok gak ada, aku hanya menebak-nebak saja” katanya mengakhiri cerita
dongeng pun di lanjutkan, Sampai aku sendiri tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 21:00, setelah makan kami pun pulang setelah sampai di rumah, ku lihat mamah yang sedang asyik menonton tv,
“mamah” kataku merangkul mamah dari belakang
“eh sayang anak mamah udah pulang, koq tumben pulang malam-malam gini biasa juga gak pernah”kata mamah curiga
“ahh mamah ne anaknya di rumah salah trus sekarang anaknya gk di rumah juga salah” kataku cemberut
“bukan gitu sayang cuman… “ kata mamah belum selesai ngomong
“iya mama, udah ah mah ya ma de mandi dulu da gerah ne, dada mamah mmuuaacchh” meninggalkan mamah pergi
Setelah mandi aku merebahkan tubuhku dan setelah itu aku merasa hari ini adalah hari yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya, tiba-tiba sebuah pesan masuk yang isinya de besok aku jemput kamu jam 09.00 ya, terimah kasih kamu udah mau mendengar dongengku aku senang bisa membuat seorang bidadari tertawa lepas, ya udah mungkin sekarang waktunya kamu tidur,good night bidadari dea ayu alvanda. Hatiku semakin bahagia “apa mungkin besok galang mau menembakku”, eehh apaan sih aku ini. Lebih baik sekarang aku tidur biar besok aku bisa cepat bangun. akhirnya aku tertidur tiba-tiba aku bermimpi aku berada di sebuah tempat yang begitu indah dengan bunga yg sedang bermekaran tiba-tiba dari kejauhan ku melihat 2 orang cowok yg seprti aku kenal. mereka begitu akrab ku dekati mereka dan ternyata itu miko pacarku dan galang, ku terkejut apa galang dan miko udah saling kenal. Ku hampiri mereka
“miko.” Kataku melihat dengan jelas ternyata benar itu adalah miko
“dea,” katanya tersenyum
Aku ingin memeluknya tapi dia melarangku, aku terdiam tanpa kata miko mendekati kusambil membisikkan satu kata membuatku menangis
“lupakan aku de, aku tau bukan aku yang pantas kamu cinta karna ketika kamu mencintaiku aku takkan bisa bersamamu, dunia yang berbeda yang membuat kita tak bisa bersama dan karna ada orang laen yang sangat mencintai mu de, melebihi aku yang hanya bisa menyakitimu dan yang gak ada apa-apanya bagimu ,” katanya memegang tangnku. Tangannya dingin
Aku terkejut dya menarik tanganku dan menyatukan ke tangan galang
“jaga bidadariku untuk mu, karna ku tau kau lah yang pantas untuknya” katanya sambil tersenyum meninggalkanku
Aku mengejarnya tapi dia tidak mau melihatku makin lama semakin menjauh keringat yg mengkujur tubuh ku aku terduduk melihat miko yang semakin lama semakin jauh untuk terakhir kalinya aku menjerit sekuat-kuatnya
“miiiiiikkkkkkooooooo” aku tersentak akhirnya cuman mimpi tapi kenapa mimpi ini terlihat nyata hatiku yang udah terisi oleh pria lain dan pria itu persis seperti yang ada di mimpiku, aduh aku pusing bangt ne jadinya
“tok..tok..tok non..non ada tamu non” kata bibik dari luar
“tamu, siapa bik suruh masuk aja” jawabku simple
“mas galang non katanya dia udah janjian sama non jdi dia gak mau masuk non”jawab bibik
Aku langsung bangkit oiya aku lupa hari ini aku ada janji sama galang, koq bisa lupa ya
“iya bi suruh tunggu ya bik” jawab ku langsng ke kamar mandi
Setelah semua selesai akhirnya aku turun dengan tampilan seorang dea yang dulu.
“ayok lang aku da siap ne, sory lama yach” senyumku sambil mencium pipi mamah. Galang dan mamah masih tercegang melihat penampilanku
“mamah koq gitu sieh liatinnya de jelek ya klau pakaian begini de ganti dech”sambil cemberut
“eeehhh tunggu yang bilang kamu jelek siapa sieh malah kamu cantik banget de inilah penampilan yang mamah tunggu-tunggu akhirnya terjadi udah lama mamah gak lihat kamu seperti ini” kata mamah yg terus memperhatikan ku
Aku hanya tersenyum,
“udah ya mah de pergi dulu, ayok lang” kataku melihat galang yg masih tercengang melihatku
“eee iya apa ayok, tan kami pergi dulu ya” kta galang izin ke mamah
Aku terkejut melihat galang tiba-tiba menaiki sebuah motor besar berwarna hitam sama persis seperti motor yang di miliki miko sayangnya miko berwarna merah dan galang berwarna hitam
“de ayok naik ne helmnya” serah galang
Ku ambil helm itu di sepanjang jalan hatiku masih di burui oleh berbagai pertanyaan
ada hub apa antara galang dan miko, kenapa selama aku bersama galang dia gak pernah menaiki motor ini sebelumnya. Akhirnya kami sampai aku terkejut melihat sebuah taman persis seperti yang ada di dalam mimpiku. Galang menarikku
“de ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan ke kamu” katanya senyum
Aku diam
“apakah kamu pernah kesini sebelumnya” kata galang tetap mmancarkan senyumnya
“enggak tapi aku pernah bermimpi persis d taman ini’. Jawabku
“Aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu tapi aku mohon kamu jangan berkomentar sampai aku selesai bicara ya” kata galang mendekatiku
Aku mengangguk
“Sebenarnya aku adalah sahabat terbaik miko sejak kecil kami sudah seperti saudara kami selalu sama terutama motor yang aku naiki, mungkin kamu bertanya-tanya motor yang aku naiki kenapa sama persis seperti motornya miko, ya karna aku dan miko adalah sahabat. tapi ketika kuliah kami mempunyai kesibukan masing-masing dia menyukai balapan sedangkan aku lebih suka membaca dan traveling tapi itu semua tidak memutuskan tali persahabatan kami, kami selalu kompak dan sama sampai akhirnya kami menemukan seorang cewek yang sama juga yaitu kamu de, tapi miko gak tau, aku melihat miko sangat mencintaimu dan ku rasa aku lah yang sebaiknya mundur karna aku tidak mau menyakiti sahabatku, walaupun aku tidak bisa mendapatkan mu tapi ada sahabatku yang bisa menjagamu dan membuatmu selalu tersenyum, sampai akhirnya waktu itu datang kecelakaan yang tanpa penjelasan terjadi, sebelum kecelakaan terjadi tiba-tiba dia mengajakku kesini ketempat ini dan dia menyerahkan kamu kepadaku dan menyuruhku membawa mu ke tempat ini. Akhirnya ketika kecelakan itu terjadi dan dia meninggal semua terbongkar ternyata miko tau bahwa aku memiliki rasa kepadamu dan tanpa di ketahui siapapun ternyata dia punya penyakit kanker otak yang sudah akut dia sengaja pura-pura selingkuh agar kamu marah dengannya dan dengan begitu kamu bisa dengan mudah melupakannya dan setelah itu dia menerima balapan dari seorang raja balap yang licik untuk menewaskan dirinya. dia sendiri yang sudah merencanakan itu semua dengan begitu baik de, dia seorang cowok yang kuat, dia tidak ingin menyakiti siapapun, karna dia mencintai kita semua. dia tau hidupnya hanya sementara, awalnya aku sendiri sahabatnya tidak tau apa yang sebenarnya terjadi ku kira dia hanya seorang cwok pengecut yang rela mati sia-sia. tpi seorang cewek yang kamu anggap selingkuhannya menceritakan semuanya kepada ku,
Tiba-tiba hatiku sangat sakit aku terduduk lemas sambil air mata ini terus menetes
Galang tetap melanjutkan perkataannya, dan yang harus perlu kamu tau tempat ini adalah tempat bermain kami dulu dan sampai hari akhir menjemputnya dia sangat suka dengan tempat ini, karna tempat ini tempat yang selalu di kunjungi miko ketika dia merasakan apapun, mungkin sekarang dia pun sedang memperhatikan kita.” Kata galang berbalik arah
Galang terkejut melihatku yang sudah terduduk lesu di tanah sambil menangis, dia langsung mendekatiku dan duduk sambil menghapus air mata ku yang terus menetes
“kamu jangan menangis de, ini bukan sepenuhnya salahmu” katanya meredakanku
“kamu salah lang ini adalah salah ku, coba aja kalau aku mau mendengar penjelasannya dan memaafkannya, mungkin detik-detik waktu kepergiannya aku bisa bersamanya” Kataku bangkit
“dan setelah itu ketika dia pergi kamu akan semakin sulit untuk melupakannya gitu de”. Katanya yang membuatku terdiam
Galang mendekati ku sambil memegang tanganku, de miko udah merencanakan ini semua dengan baik, gak da yang perlu di sesali mungkin disana dia sedang tersenyum melihat bidadarinya yang sudah bisa menerima kepergiannya, membuka hatinya buat orang lain dan kembali tersenyum memperlihatkan kecantikannya.
Aku menatap galang, dia tersenyum,
“Apa benar seperti itu lang” kata ku polos
Dia mendekatiku dan memegang bahuku “iya de” kata galang tersenyum
“Sekarang hapus air matamu” kata galang menghapus sisa air mataku
 “de sekarang aku mau mengungkapkan sesuatu samamu, aku sangat mencintaimu dan ingin selalu bersamamu, apakah kamu mau menjadi kekasihku ?” katanya membuatku terkejut
“hah, apa… gak aku gak mencintaimu” kataku berpaling menjauhinya
Mungkin dia gak tau bahwa aku juga mencintainya dan sangat ingin selalu di dekatnya.
“kenapa, apa aku gak pantas buat kamu ya” kata galang yang menunjukkan kekecewaannya
“gak aku tidak mencintaimu tapi…….. aku ingin selalu bersamamu dan gak mau kehilanganmu lagi” kataku berbalik dan tersenyum manis kepadanya
Ku lihat raut wajahnya yang gembira,
“aku senang de, akhirnya setelah penantian lama menuggumu  dan sekarang aku bisa memilikimu” kata galang memegang tanganku
Aku tersenyum, “aku juga senang lang, “
 “oya sayang, aku lupa ini aku mau memulangkan handphone mu yang tertinggal di sofa”
“mana lang” kataku senag
“apa sih, handphone ini” kata galang mencoba meledekku
“galang aku serius…. Kamu tau gak gara-gara gak ada handphone ini aku hampir mati tau” kataku mncoba merampas handphone di galang
“trus sekarang kalau ini hilang kamu mati juga gak” kata galang ingin membuang handphone ku
“jangan,, biar ini menjadi kenangan , nanti kalau kita punya anak aku akan menceritakan semua ini kepada anak kita, terutama tentang papahnya yang dengan setianya memandangi mamahnya dari kejauhan dan menyembunyikan handphone agar bisa mendekati cwek” kataku merampas handphone ku dan mencoba lari
“deeee kamu yaaaa… awas aja kamu ya kalau dapat” kata galang yang ikut mengejar ku
Akhirnya aku menemukan cinta yang dulu hilang, dan sebuah penantian yang tertunda akan menjadi sebuah kebahagiaan di masa datang .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar